Senin, 01 Juli 2013

SILABUS PROFESI KEPENDIDIKAN

SILABUS PROFESI KEPENDIDIKAN

MATA KULIAH    :  PROFESI KEPENDIDIKAN
BOBOT                 : 2  SKS

STANDAR KOMPETENSI    KOMPETENSI DASAR    INDIKATOR PENCAPAIAN HASIL    SUBSTANSI KAJIAN
Memiliki pemahaman, sikap dan mampu melaksanakan tugas-tugas pendidikan    1.    Memahami hakekat profesi kependidikan
    1.2    Menjelaskan konsep profesi dalam pendidikan
        Pengertian profesional, profesionalisasi,profesionalisme dan profesi kependidikan
    Syarat-syarat profesi kependidikan
    Jenis-jenis tenaga kependidikan
    Latar belakang pentingnya profesi kependidikan
        1.2    Memahami Kode Etik Kependidikan        Pengertian kode etik
    Tujuan kode etik
    Kode etik guru Indonesia
    2.    Memahami makna integritas kepribadian dalam profesi kependidikan    2.1.    Menjelaskan bentuk organisasi profesi kependidikan        Jenis-jenis organisasi profesi kependidikan
    Pengembangan organisasi profesi kependidikan
    Peranan organisasi kependidikan



        3.    Memahami sikap profesional kepedidikan        Pengertian sikap profesional kependidikan
    Sasaran sikap profesional kepandidikan
    Pengembangan sikap profesional kependidikan
    Aplikasi profesional kependidikan
        4.    Mengaplikasikan sikap profesional dalam bentuk contoh-contoh perilaku pendidikan   
    3. Mampu memberikan bantuan layanan bimbingan dan konseling peserta didik    4.1.    Hakekat Bimbingan Konseling
-    memahami latar belakang pentingnya BK  di sekolah
-    membedakan pengertian BK
-    mendeskripsikan tujuan BK
-    memberikan contoh masing-masing Fungsi BK
-    menjelaskan prinsip-prinsip pelaksanaan BK
-    memberikan contoh penerapan azas-azas BK
4.2.    Aplikasi layanan BK
-    mendeskripsikan orientasi layanan BK
-    mendeskripsikan struktur organisasi BK di sekolah
-    menjelaskan pentingnya peranan BK dalam pembelajaran di sekolah
-    mendeskripsikan tugas-tugas guru mata pela-jaran terkait dengan layanan Bimbinganmendeskripsikan pentingnya peranan kerjasama guru mata pelajaran dengan  guru pembimbing dalam la-yanan BK    a.    Hakekat Bimbingan Konseling
    Latar belakang pentingnya BK di sekolah
    Pengertian BK
    Tujuan
    Fungsi BK
    Prinsip-prinsip pelaksanaan BK
    Asas-asas BK
b.    Aplikasi layanan BK
    Orientasi layanan BK
    Program BK di sekolah
    Peranan guru dalam pelaksanaan Bk
Kerjasama guru dengan konselor alam layanan bimbingan.
    4.    Memberikan layanan manajemen
      pendidikan    Mahasiswa dapat menjelaskan dan menganalisis ttg :
1.definisi manaj. pend
2.fungsi menej pend.
3.ruanglingkup menej. pend    1.    Pengertian manaj pend; menej, pend, jalur dan jenis pend.
2.    Fungsi menej pend:perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, penilaian dan pengontroan
3.    Ruang lingkup manaj.Pend:  manaj Kurikulum, Kesiswaan, sarana prasarana, keuangan, hubugan sekolah dan masyarakat (kemitraan) dan ketenagaan
        4.    Mahasiswa dapat menganalisis, menjelaskan dan mengaplikasikan menejemen kurikulum
    1.    Manajemen Kurikulum: Pengertian, unsur-unsur, prinsip pelaksanaan kur., Kurikulum berbasis kompetensi, penilaian kurikulum. Peran guru dala pelaksanaan kur di sekolah

        5.    Mahasiswa dapat menganalisis, menjelaskan dan mengaplikasikan menejemen Kesiswaan
    1.    Menejemen Kesiswaan: pengertian, ruang lingkup: penerimaan, pembinaan dan program penamatan
    Menejemen penerimaan siswa: penetapan daya tampung, seleksi, panatia penerimaan murid baru
    Pembinaan siwa: OSIS, layanan khusus siswa
    Pembinaan alumni
    Layanan khusus siswa
    Peran guru dalam     
    menejemen kesiswaan
        6.    Mahasiswa dapat menganalisis, menjelaskan dan mengaplikasikan menejemen sarana, prasarana
        Pengertian, ruang lingkup, perencanaan,
    Pengadaan, penyimpanan, inventarisasi, pemeliharaan dan penghapusan
    Perencanaan kebutuhan sarana
    Pengadaan perabot sekola
    Pemeliharaan
    Inventarisasi, penataan dan penghapusan
    Peran guru dalam manajemen sarana dan
   prasarana.
        7.    Mahasiswa dapat menganalisis, menjelaskan dan mengaplikasikan menejemen keuangan
        Pengertian, ruang lingkup; Perencanaan,
    penggunaan, pencatatan, pelaporan dan pertanggung jawaban.
    Sumber dana; Penggalian sumber dana
    Perencanan keuangan sekolah (Rencana
    Anggaran Belanja Sekolah)
    Pelaksanaan keuangan sekolah;
    Penggunaan dan pencatatan
    Pelaporan/Evaluasi dan pertanggung jawaban keuangan sekolah.
        8. Mahasiswa dapat menganalisis, menjelaskan dan mengaplikasikan Hubungan Sekolah dengan MAsyarakat (Kemitraan)        Pengertian, Ruang Lingkup; Perencanaan     Program, pengorganisasian, Pelaksanaan, Evaluasi.
    Tujuan, Prinsip
    Fungsi Husemas
    Menggalang PArtisipasi Masyarakat
    Peran guru dalam Husemas
        9. Mahasiswa dapat menganalisis, menjelaskan dan mengaplikasikan menejemen ketenagaan    1.    Pengertian, Ruang Lingkup; Perencanan, Rekruitmen, Pembinaan dan Pemensiunan.
2.    Rekruitmen dan Seleksi
3.    Pembinaan:
a.    Pangkat dan Jabatan Guru
b.    Penggajian
c.    Kenaikan Pangkat.
d.    Cuti PNS
e.    Daftar Penilaian  pelaksanaan Pekerjaan
f.    Kesejahterahan guru
g.    Mutasi dan promosi
4. Pemensiunan
    5.    Mampu mempraktekkan/ mensimulasikan
Pelaksanaan  
supervisi 
    pendidikan    1.    Mengenal pengertian, fungsi dan peran supervisi.

        Pengertian supervisi pendidikan.
    Fungsi-fungsi supervisi pendidikan.
    Peranan supervisi pendidikan.
        2.    Mengenal jenis-jenis pendekatan dalam supervisi pendidikan.
        Teknik-teknik supervisi pendidikan.
    Pendekatan-pendekatan supervisi pendidikan.
    Langkah-langkah supervisi pendidikan.
        3.    Mengkomunikasikan langkah-langkah supervisi pendidikan dari berbagai pendekatan.        Tugas-tugas supervisi pendidikan.

        4.    Melakukan simulasi pelaksanaan supervisi pengajaran di kelas.

   
        5.    Menilai keberhasilan simulasi pelaksanaan supervisi klinis/pengajaran yang dilakukan mahasiswa lain.   
    6.    Mampu mempraktekkan/ mensimulasikan
Pelaksanaan  
supervisi 
pendidikan       
    7.    Mampu menyusun struktur organisasi depdiknas tingkat Pusat, dinas diknas propinsi, kata madya/kab., kecamatan dan sekolah       

Sumber:
1.    Depdikbud, Panduan Manajemen Sekolah, Jakarta: Depdikud, 1999
2.    Depdiknas, Kurikulum Berbasis Komptensi, Depdiknas, 2003
3.    Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional, Bandung: Rosdakarya, 2003
4.    Nasution, Pengembangan Kurikulum, Bandung: Alumni, 1988
5.    Soemantri Hermana, Perekayasaan Kurikulum, Bandung:Angkasa, 1993
6.    Soetjipto, Raflis, Profesi Keguruan , Depdikbud, 1994
7.    Supriono, Safari, Menejemen Berbasis Sekolah, Jawa Timur: SIC, 2001
8.    Tim Dosen MKDK IKIP Bandung, Pengelolaan Pendidikan, Bandung FIP.IKIP.Bandung
9.    Musanef, Manajemen Ketenagaan di Indonesia, Jakarta: Gunung Agung,1986


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar